PENERAPAN METODE KUANTITATIF DALAM PENELITIAN ILMIAH

Metode kuantitatif dikenal sebagai metode positivistik.

Karya ilmiah seperti skripsi, tesis, maupun jurnal-jurnal memerlukan suatu metode untuk pengambilan data yang tepat. Umumnya, metode kuantitatif menjadi pilihan banyak mahasiswa yang sedang mengerjakan penelitian untuk skripsi atau tesis dibanding kualitatif. Beberapa alasan menjadi pertimbangan yaitu data penelitian kuantitatif jelas dan pasti serta bisa disajikan dengan angka, grafik, tabel, dan sebagainya sehingga peneliti lebih mudah melakukan olah data hasil penelitian.

Banyak program statistik yang bisa digunakan untuk mengolah data sehingga memudahkan mahasiswa menyelesaikan skripsi maupun tesisnya. Pertimbangan lainnya adalah metode kuantitatif dapat diterapkan untuk populasi besar dan terjangkau luas dengan cara menyebarkan angket. Berbeda dengan metode kualitatif yang umumnya memerlukan banyak pengalaman dan wacana untuk dapat menggali data penelitian dan menginterpretasikan maksud dari sumber informan yang umumnya diperoleh dengan wawancara. Dalam metode kualitatif, peneliti perlu memiliki pengetahuan yang luas untuk mendukung deskripsi hasil penelitian sehingga mampu menganalisis dan menyimpulkan penelitian yang telah dilakukan.

Metode kuantitatif disebut juga dengan metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini termasuk metode yang sudah cukup lama digunakan sehingga dikenal juga sebagai metode tradisional. Metode ini sebagai metode yang ilmiah karena bersifat konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut sebagai metode konfirmatif karena metode ini cocok digunakan untuk pembuktian/konfirmasi. Hasil dari metode kuantitatif yaitu berupa data angka serta dapat dianalisis dengan statistik (Sugiyono, 2013: 10-11).

Berdasarkan hal tersebut maka metode kuantitatif erat kaitannya dengan statistik. Dalam arti luas, statistik mengupas mengenai teknik pengumpulan data, analisis, penyajian dan interpretasi terhadap berbagai fenomena berupa data-data (bersifat kuantitatif maupun kualitatif), sedangkan dalam arti sempit definisi statistik adalah gambaran data dalam bentuk tabel ataupun dalam bentuk grafik (Santoso, 2016: 1). Bahasa mudahnya, statistik berkaitan dengan angka-angka yang kemudian disajikan pada umumnya dalam bentuk tabel, grafik, atau lainnya untuk menampilkan gambaran secara keseluruhan. Hal Ini memudahkan dalam membaca dan menjelaskan hasil penelitian.

Metode kuantitatif umumnya digunakan untuk membuktikan penelitian mengenai pengaruh antar variabel (variabel independen (bebas) dan dependen (terikat); variabel independen, variabel intervening, dan variabel dependen; serta variabel independen dan dependen; variabel independen, variabel moderating, dan variabel dependen) dan penelitian hubungan/korelasi (antar dua variabel) yang dirumuskan melalui hipotesis. Berdasarkan latar belakang masalah dan beberapa penelitian terdahulu maka dapat dirumuskan hipotesis yang menjadi tujuan penelitian.

Metode penelitian kuantitatif dibagi menjadi 2, yaitu metode eksperimen dan metode survei. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment tertentu (perlakuan) dalam kondisi yang terkontrol (laboratorium) (Sugiyono, 2013: 11). Artinya, metode eksperimen digunakan untuk mengetahui pengaruh stimulus yang diberikan kepada suatu objek atau subjek penelitian (dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan atau stimulus). Hal ini membutuhkan peneliti melakukan dua kali pengambilan data yaitu pre (sebelum) dan post (sesudah) kepada responden yang sama. Misalnya untuk menganalisis kemampuan kognitif siswa siswa dengan metode ceramah di kelas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

Berbeda dengan eksperimen, metode penelitian survei ditujukan untuk populasi besar maupun kecil, dengan analisis data dari sampel yang diambil dari populasi dengan tujuan menemukan peristiwa relatif, pengaruh dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis (Sugiyono, 2013: 12). Survei lebih ringan dibandingkan eksperimen karena pengambilan data hanya dilakukan sekali terhadap responden kemudian diolah.

Seperti dijelaskan di atas bahwa data yang diperoleh dengan metode kuantitatif yaitu berupa angka-angka, maka pengolahannya pun dilakukan secara statistik. Beberapa hal yang erat kaitannya dengan metode penelitian baik sebelum pengambilan data maupun pengolahan data kuantitatif yaitu:

  1. Populasi dan Sampel Penelitian
  2. Teknik Pengambilan Sampel
  3. Instrumen Penelitian
  4. Uji Validitas dan Reliabilitas
  5. Uji Asumsi Dasar
  6. Uji Asumsi Klasik
  7. Statistik Deskriptif
  8. Statistik Inferensial
  9. Statistik Parametrik
  10. Statistik Non Parametrik
  11. Partial Least Square

Daftar Pustaka

Santosa. 2016. Statistika Hospitalitas. Yogyakarta: Deepublish

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Penerbit Alfabeta

Wiyono, G. 2013. Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS & SmartPLS. Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
Open chat