PENTINGNYA MOTIVASI

Pada umumnya, orang melakukan sesuatu karena ingin memenuhi keinginan atau kebutuhan. Konsep ini disebut dengan motivasi, yaitu alasan atau landasan seseorang melakukan sesuatu. Barnes (1996) mengemukakan definisi motivasi yaitu sesuatu yang ada dalam diri seseorang, yang mengaktifkan dan  menggerakkan perilakunya untuk mencapai tujuan.

Pentingnya motivasi hingga para ahli meneliti secara spesifik dan merumuskan teori tentang motivasi. Beberapa diantaranya yang cukup terkenal adalah Abraham Harold Maslow, Clyton Alderfer, Mc Clelland, Viktor Vroom, serta David A. Nadler dan Edward E. Lawler III.

Maslow membagi motivasi menjadi 5 tingkatan yang dikenal dengan Hierarki Maslow, yaitu kebutuhan fisiologis (sandang, pangan, papan, kesehatan), kebutuhan keamanan dan keselamatan kerja (perlindungan dan stabilitas), kebutuhan sosial (cinta, persahabatan, perasaan memiliki dan diterima, sosialisasi dan kekeluargaan), kebutuhan penghargaan (status atau kedudukan pengakuan, kepercayaan diri, reputasi, prestasi, kehormatan diri, dan apresiasi), dan kebutuhan aktualisasi diri (penggunaan potensi diri, pengembangan diri).

Alderfer mengemukakan teori motivasi yang dikenal dengan Existence-Relatedness-Growth (ERG Theory) yang meninjau teori Maslow untuk lebih konsisten dengan mengedepankan kebutuhan manusia. Alderfer membagi 3 kebutuhan dasar yaitu kebutuhan untuk eksistensi/keberadaan (kebutuhan fisik dan keamanan), kebutuhan untuk hubungan (melibatkan hubungan sosial dan hubungan antar individu yang bermanfaat), dan kebutuhan untuk bertumbuh (mencakup kebutuhan yang melibatkan orang-orang yang membuat usaha kreatif terhadap diri mereka sendiri dan lingkungan).

Mc Clelland memperkenalkan teorinya dengan Teori Pencapaian Motivasi. Ia berpendapat bahwa ada 3 motif yaitu motif kekuasaan (keinginan untuk mengatur orang lain, mempengaruhi perilaku mereka dan bertanggung jawab terhadap orang lain), motif afiliasi (keinginan untuk membuat dan mempertahankan hubungan yang bersahabat dan hangat dengan orang lain), serta motif berprestasi (keinginan untuk mencapai prestasi dalam bekerja).

Teori Victor Vroom yang dikenal dengan Teori Pengharapan menjelaskan beberapa motivasi seseorang berkinerja yaitu adanya harapan bahwa suatu kinerja akan menghasilkan sesuatu yang diinginkan orang tersebut, memiliki harapan bahwa usaha yang dikerahkan akan menghasilkan kinerja yang diinginkan atau akan membuat perilaku yang diinginkan muncul serta adanya harapan bahwa suatu perilaku yang diharapkan seseorang pasti mengarah pada berbagai hasil.

Teori pengharapan Victor Vroom di atas dikaji lebih lanjut oleh David A. Nadler dan Edward E. Lawler III dalam artikrl “Motivation: Adiagnostic Approach” tahun 1977. Nadler dan Lawler  merumuskan model Teori pengharapan yang digambarkan sebagai berikut,

Berdasarkan bagan di atas, keterangan sebagai berikut:

  1. Bila bergerak dari kiri ke kanan, maka motivasi dilihat sebagai kekuatan dalam diri seseorang untuk mengerahkan usaha.
  2. Usaha saja tidak cukup, harus dikombinasikan dengan tingkat kemampuan sehingga dapat menghasilkan kinerja.
  3. Sebagai hasil kinerjanya, seseorang memperoleh hasil, adakalanya kinerja juga tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan.
  4. Hasil kerja dan penghargaan terbagi menjadi 2, yaitu seseorang mendapatkan hasil kerja dari lingkungan dan dari diri sendiri.

Motivasi untuk menyelesaikan Tugas Akhir seperti skripsi maupun tesis juga diperlukan agar suatu rangkaian dalam menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu kami sebagai konsultan menawarkan dalam membantu menyelesaikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
Open chat