PENYUSUNAN INSTRUMEN PENELITIAN KUANTITATIF YANG VALID DAN RELIABLE

Instrumen dalam penelitian kuantitatif berperan penting dalam pengambilan data. Penelitian pada prinsipnya melakukan pengukuran sehingga diperlukan alat ukur yang baik. Alat ukur inilah yang disebut dengan instrumen penelitian. Dengan adanya instrumen yang tepat maka diharapkan data yang diambil dapat valid dan reliabel.

Definisi instrumen penelitian dikemukakan oleh Sugiyono (2013: 148) yaitu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena sosial maupun alam yang menjadi fokus penelitian atau yang sedang diamati yang disebut dengan variabel penelitian. Menurut Arikunto (2000: 134), instrumen pengumpulan data didefinisikan sebagai alat ukur yang digunakan peneliti dalam proses pengumpulan data dengan tujuan mempermudah peneliti karena kegiatan penelitian menjadi sistematis.

Pada dasarnya instrumen penelitian untuk ilmu alam sudah tersedia yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya, misalnya variabel kalori dapat diukur dengan calorimeter, variabel suhu diukur dengan thermometer, variabel panjang diukur dengan mistar (meteran), variabel berat diukur dengan timbangan berat, dan sebagainya. Instrumen-instrumen tersebut mudah didapatkan dan dapat digunakan dengan hasil yang valid dan reliabel, kecuali jika rusak atau palsu. Sehingga setiap alat perlu dikalibrasi untuk menguji standarisasi alat agar layak digunakan.

Instrumen sosial juga sudah banyak tersedia dan dapat digunakan seperti instrumen untuk mengukur motivasi berprestasi, (n-ach) untuk mengukur sikap, mengukur IQ, mengukur bakat, dan sebagainya. Akan tetapi instrumen sosial tidak selalu mudah didapatkan, jika bisa didapatkan pun belum tentu dapat langsung digunakan untuk tempat tertentu sehingga hasil belum tentu valid dan reliabel. Hal ini wajar karena gejala atau fenomena sosial cepat berubah dan sulit dicari kesamaannya. Instrumen mengenai kepemimpinan mungkin valid di negara Amerika, namun belum tentu dapat diterapkan di negara-negara Asia terutama Indonesia. Untuk itu instrumen sosial sebaiknya disusun sendiri untuk menguji validitas dan reliabilitasnya.

Sugiyono (2013: 149) mengemukakan bahwa titik tolak penyusunan instrumen adalah variabel-varianel yang ditetapkan untuk diteliti. Variabel yang telah ditentukan dijabarkan definisi operasionalnya dan ditentukan indikatornya berdasarkan penjabaran teori-teori yang mendukung. Adanya indikator-indikator tersebut membantu peneliti untuk menyusun pertanyaan maupun pernyataan yang sesuai dengan definisi operasional dan teori sehingga dapat digunakan untuk pengambilan data secara valid terhadap responden.

Menurut Iskandar (2008: 79), terdapat 6 step untuk menyusun instrumen penelitian, meliputi:

  1. Indentifikasi berbagai variabel yang diteliti
  2. Menjabarkan setiap variabel menjadi dimensi-dimensi
  3. Mencari dan menentukan indikator dari setiap dimensi
  4. Mendeskripsikan kisi-kisi instrumen
  5. Merumuskan item-item pertanyaan atau pernyataan instrumen
  6. Mencantumkan petunjuk untuk mengisis instrumen

Sebagai contoh, seseorang ingin meneliti mengenai variabel tingkat kekayaan. Indikator kekayaan dapat berupa rumah, kendaraan, tempat belanja, pendidikan, jenis makanan yang sering dimakan, jenis olahraga yang biasa dilakukan, dan sebagainya. Untuk indikator rumah misalnya jumlah rumah, letak rumah, luas masing-masing rumah, kualitas bangunan rumah, dan sebagainya. Untuk dapat menetapkan indikator dari setiap variabel perlu wawasan yang luas dan mendalam mengenai variabel yang diteliti disertai teori-teori yang mendukungnya. Penggunaan teori harus secermat mungkin agar diperoleh indikator yang valid, misalnya dengan banyak membaca referensi (buku, jurnal), membaca penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan variabel yang diteliti, serta konsultasi dengan ahli misalnya dosen pembimbing.

Instrumen yang disusun tidak langsung dapat digunakan karena perlu adanya pengujian validitas dan reliabilitasnya. Pengujian instrumen ini sangat penting karena mempengaruhi valid atau tidaknya data yang diambil. Untuk lebih jelasnya, pengujian instrumen penelitian dapat dijabarkan dalam Uji Validitas dan Reliabilitas.

Daftar Pustaka:

Arikunto, S. 2000. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineke Cipta

Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitatif). Jakarta: Gaung Persada Press

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
Open chat