Perhitungan Jumlah Sampel Dalam Penelitian Kuantitatif

Sampel menjadi bagian yang mewakili populasi. Berkaitan dengan bab Teknik Pengambilan Sampel, tulisan kali ini membahas mengenai perhitungan sampel.

Perhitungan sampel menggunakan berbagai macam rumus yang pada umumnya berdasarkan populasi yang ada. Berikut ini dijabarkan berbagai rumus dalam pengambilan jumlah sampel.

1. Rumus dari Isaac dan Michael

s = jumlah sampel

= chi kuadrat yang harganya tergantung derajat kebebasan dan tingkat kesalahan. Untuk derajat kebebasan 1

dan kesalahan 5 % harga chi kuadrat = 3,841

N = jumlah populasi

P  = peluang benar (0,5)

Q  = peluang salah (0,5)

d  = perbedaan antara sampel yang diharapkan dengan yang terjadi. Perbedaan bisa 1%, 5% dan 10 %.

Contoh perhitungan sampel dengan rumus Isaac dan Michael:

Jika populasi suatu kantor berjumlah 500 orang, dengan tingkat kesalahan sebesar 5 %, dan perbedaan jumlah sampel antara jumlah yang diharapkan dengan yang terjadi sebesar 5 % (d = 5 % = 0,05) maka hitunglah jumlah sampel dalam penelitian tersebut.

Jawab:

Harga dengan dk = 1 diperoleh dari tabel yaitu sebesar 3,841; P = Q = 50 % = 0,5 ; d = 0,05, sehingga diperoleh sampel sebesar 217,473; dibulatkan menjadi 218 orang.

2. Rumus Slovin

n = ukuran sampel

N = jumlah populasi

e = nilai presisi (misalnya tingkat kepercayaan 95 %, maka nilai e = 5 % atau 0,05)

Contoh perhitungan sampel dengan rumus Slovin

Jika populasi diketahui sebesar 3000 orang dengan presisi ditetapkan sebesar 5 % maka berapa sampel yang diperlukan?

Jawab: Berdasarkan rumus di atas maka jumlah sampel yang diperlukan sebesar 353 orang.

Bagaimana jika perhitungan sampel tanpa diketahui populasi? Ini pun bisa dihitung dengan rumus Jacob Cohen, seperti berikut:

Keterangan:

N = jumlah sampel
f^2 = effect size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = fungsi power dari u, diperoleh dari tabel

  1. Ukuran sampel yang layak yaitu berkisar 30 sampai dengan 500.
  2. Sampel yang diambil berdasarkan kategori, misalnya jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), tingkat pendidikan (SMA, S1, S2, dsb), pekerjaan (pegawai tetap dan kontrak) dan sebagainya minimal sampel tiap kategorinya 30.
  3. Jika penelitian berupa analisis multivariat (korelasi dan regresi linear berganda) maka jumlah sampel minimal 10 kali dari variabel yang diteliti. Misalnya variabel penelitian ada 5 (dependen dan independen) maka jumlah sampel minimal sebesar 5×10 = 50.
  4. Penelitian eksperimen yang sederhana yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan sampel masing-masing kelompok sebanyak 10 s/d 20.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
Open chat