TEORI KONFLIK KARL MARX

Materi tentang konflik tidak hanya dikupas mengenai definisi dan penyebabnya, bahkan teori konflik ini secara khusus dikemukakan oleh seorang ahli, Karl Max.  Karl Marx lahir di kota Trier tahun 1818 yaitu suatu kota di perbatasan Jerman Barat. Pada abad 19 tersebut, tempat dimana ia tinggal menunjukkan bahwa terdapat dua kelas sosial yaitu kelas pemilik modal sebagai kelas borjuis dan kelas pekerja miskin sebagai kelas proletar. Kedua kelas sosial ini tersusun dalam hirarki dimana kelas borjuis terus melakukan eksploitasi terhadap kaum miskin dalam proses produksi. Eksploitasi ini akan tetap berlangsung selama kaum proletar (miskin) menyadari secara semu mengenai rasa menyerah diri, menerima keadaan apa adanya, Ketegangan ini memicu gerakan sosial besar yaitu revolusi. Ketegangan ini timbul karena kesadaran kaum proletar atas eksploitasi yang dilakukan oleh kaum borjuis.

Teori Karl Marx menekankan 3 isu pokok yaitu:

  1. Teori perjuangan kelas, yang bermula dari konsep revolusi dimana terjadi akibat kondisi masyarakat itu sendiri yang memahami bahwa emansipasi hanya dapat ditempuh melalui perjuangan kelas yaitu kelas buruh terhadap kelas majikan.
  2. Teori materialisme dialektika/historis. Teori ini merupakan paham dimana kelas-kelas sosial yang menentukan struktur masyarakat dan perkembangan dalam sejarahnya, bukan kesadaran sosial yang menentukan kelas sosial.
  3. Teori nilai lebih. Teori ini menjelaskan bahwa buruh mendapatkan upah sebanding dengan kebutuhan untuk memulihkan kembali tenaganya dan untuk keluarga.

Teori Marx ini didasari oleh beberapa asumsi yaitu:

  1. Manusia tidak memiliki kodrat yang persis dan tetap.
  2. Sikap, tindakan dan kepercayaan suatu individu tergantung pada hubungan sosialnya, sedangkan hubungan sosialnya tergantung pada situasi kelas dan struktur ekonomi masyarakat.
  3. Selain yang diberikan posisi sosialnya, manusia tidak memiliki kodrat.
  4. Suatu sistem pasti terdapat benih-benih yang memicu konflik kepentingan.
  5. Konflik adalah fakta sosial.
  6. Konflik merupakan suatu gejala yang ada dalam sistem sosial.
  7. Konflik dapat sangat mungkin terjadi apabila sumber daya sangat terbatas.
  8. Konflik dapat menjadi sumber perubahan dalam suatu sistem sosial.

Daftar Pusataka

Agung, D.A.G. Pemahaman Awal Terhadap Anatomi Teori Sosial dalam Perspektif Struktural Fungsional dan Struktural Konflik. Universitas Negeri Malang

Limbong, B. 2012. Konflik Pertanahan. Jakarta: Margaretha Pustaka

Wirawan, I.B. 2012. Teori-Teori Sosial dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Prenadamedia Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
Open chat