UJI ASUMSI DASAR

Analisis untuk uji asumsi dasar terdiri dari 3 macam, yaitu:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah suatu data terdistribusi normal atau tidak. Uji ini penting karena menjadi dasar penentuan penggunaan metode statistik yang akan digunakan. Jika suatu analisis menggunakan parametrik maka data harus berdistribusi dengan normal. Sebaliknya, jika suatu data tidak terdistribusi dengan normal maka metode statistik menggunakan non parametrik.

Uji normalitas biasanya untuk mengukur data berskala ordinal, interval, maupun rasio. Perhitungan umumnya dilakukan dengan uji One Sample Kolmogorof-Smirnov dengan taraf signifikansi 0,05 sehingga data dapat disimpulkan terdistribusi dengan normal jika signifikansinya lebih besar dari 0,05 (5 %).

Contoh penyelesaian Uji Normalitas menggunakan SPSS dapat dilihat pada Uji Normalitas.

2. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varian populasi sama atau tidak. Uji ini digunakan sebagai prasyarat untuk analisis statistik yang menggunakan independent sample T-Test dan ANOVA. Jika hasil pengujian lebih besar dari 0,05 (5 %) maka varian dari dua kelompok atau lebih dikatakan sama (homogen).

Contoh penyelesaian dengan uji homogenitas menggunakan SPSS dapat dilihat pada Uji Homogenitas.

 

3 Uji Linearitas

Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah suatu variabel-variabel penelitian memiliki korelasi secara signifikan. Uji ini digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. Perhitungan dapat dilakukan dengan program SPSS menggunakan Test For Linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Jika dua variabel menghasilkan signifikansi di bawah 0,05 maka dikatakan kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang linear.

Contoh penyelesaian uji linearitas dengan menggunakan SPSS dapat dilihat pada Uji Linearitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
Open chat