Teori Pembelajaran
Dalam dunia pendidikan, teori pembelajaran merupakan berbagai teori untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif. Teori ini juga tidak lepas dari teori belajar. Belajar merupakan hal yang dilakukan sejak dini oleh manusia dengan pembelajaran sebagai prosesnya. Keduanya tidak bisa dipisahkan dalam dunia pendidikan.

Mengutip pendapat Setiawan, belajar adalah suatu proses aktivitas mental yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang bersifat positif dan menetap relatif lama melalui latihan atau pengalaman yang menyangkut aspek kepribadian baik secara fisik ataupun psikis. Adapun pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu dengan bantuan guru untuk memperoleh perubahan perubahan perilaku menuju pendewasaan diri secara menyeluruh sebagai hasil dari interaksi individu dengan lingkungannya.
Untuk mendukung belajar dan pembelajaran bagi siswa, maka pendidikan memerlukan kepemimpinan yang tepat sehingga capaian pendidikan sesuai target yang diharapkan.
Teori-Teori Pembelajaran dari Para Ahli
Beberapa teori pembelajaran sangat dikenal dalam dunia pendidikan. Berikut ini dijelaskan satu per satu:
1. Behaviorisme
Teori ini mengenalkan konsep dimana belajar merupakan perubahan perilaku yang terukur karena adanya interaksi antara stimulus dan respon (S-R). Interaksi ini menekankan pada pengamatan dan penguatan seperti pengkondisian klasik Pavlov atau hukum efek Thorndike.
2. Kognitivisme
Teori ini menekankan pada proses mental internal yaitu berpikir, memahami, dan mengingat terhadap informasi yang diperoleh. Tahap ini tidak hanya interaksi stimulus dan respon, namun juga membangun struktur kognitif untuk memperoleh pengetahuan baru.
3. Konstruktivisme
Dalam teori ini, individu secara aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri dengan memperoleh pengalaman dan interaksi langsung dengan sumber. Hal ini membiasakan individu sebagai peserta didik dapat berperan aktif dalam berpikir dan mengemukakan pendapat.
4. Humanisme
Teori humanisme merupakan teori yang menekankan pada potensi individu/peserta didik, motivasi instrinsik, serta kebutuhan emosional siswa. Selain itu juga menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif.
5. Pembelajaran sosial (sosial kognitif)
Dalam pembelajaran sosial, individu dapat belajar melalui observasi, peniruan, serta pemodelan perilaku orang lain. Pembelajaran ini umum dalam konteks kolaboratif.
