Olah Data Skripsi Tesis
Olah data skripsi tesis maupun disertasi merupakan bagian yang sangat penting karena menjadi dasar analisis data dan penyusunan kesimpulan. Pengolahan data dapat dilakukan dengan metode kualitatif maupun kuantitatif, tergantung jenis penelitian yang digunakan.

Pengolahan data kualitatif mengubah data mentah seperti hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi menjadi format yang lebih mudah untuk dibaca dan dipahami. Dalam prosesnya, data mentah melalui pengumpulan, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Sementara itu data kuantitatif yang diperoleh dari hasil angket/kuesioner diolah dengan berbagai jenis analisis kuantitatif, baik parametrik maupun nonparametrik. Nur dan Saihu menjelaskan bahwa dalam pengolahan kuantitatif perlu menyiapkan data numerik agar dapat diolah dengan program statistik. Data numerik kemudian dianalisis dengan program statistik dan menyusun menjadi laporan deskriptif dengan menggunakan gambar, tabel, dan diskusi dari setiap uji statistik. Hal ini agar dapat ditafsirkan hasil dengan berupa temuan umum dan mengkorelasikan temuan dengan referensi masa lalu.
Jenis pengolahan data kuantitatif lebih bervariasi dibandingkan dengan data kualitatif. Selain dilihat dari sisi jenis data (numerik, ordinal, atau interval), pengolahan data kuantitatif juga memerlukan uji asumsi sebagai uji prasyarat. Beberapa uji sebelum olah data seperti uji validitas dan reliabilitas, normalitas, homogenitas, heteroskedastisitas, maupun multikolinearitas. Alat uji atau program untuk analisis data pun disesuaikan dengan uji prasyarat tersebut, apakah terpenuhi. Selain itu perlu diperhatikan hipotesis, apakah berupa komparatif asosiatif (hubungan atau pengaruh).
Tugas akhir seperti skripsi, tesis, disertasi, bahkan jurnal ilmiah terkadang menjadi kendala bagi sebagian besar mahasiswa. Pengalaman Famous Consultant, kendala klien lebih banyak disebabkan dari faktor eksternal yaitu kesulitan berdiskusi dengan dosen karena waktu yang terbatas. Selain itu klien juga kesulitan menemukan referensi karena minim arahan. Pada dasarnya mahasiswa memahami inti dari penelitian, hanya saja kesulitan mengungkapkan melalui susunan bahasa dan diksi. Dengan identifikasi kesulitan yang dihadapi maka hal ini memudahkan konsultan mendampingi dan memberikan arahan bagaimana mengolah data skripsi dan tesis dengan baik.
