HIPOTESIS

Perumusan hipotesis merupakan langkah lanjut yang dilakukan setelah menyusun landasan teori/kajian pustaka dan kerangka berpikir. Hipotesis hanya digunakan dalam penelitian kuantitatif, dan penelitian deskriptif atau eksploratif tidak memerlukan hipotesis. Hipotesis ini merupakan jawaban sementara yang disusun oleh peneliti dalam bentuk kalimat pertanyaan, karena dapat saja hipotesis ini diterima atau ditolak setelah didukung data dan analisis empirik yang diperoleh setelah pengumpulan data.

Hipotesis mempunyai 3 bentuk yang didasarkan pada rumusan masalah yaitu rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif (perbandingan), dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) sehingga observasi pun dibagi menjadi hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif, dan hipotesis asosiatif.

Bentuk  Rumusan Masalah Penelitian dijelaskan berikut:

1. Rumusan masalah deskriptif

Rumusan masalah deskriptif merupakan rumusan masalah yang berkaitan dengan pertanyaan suatu variabel mandiri, artinya hanya 1 variabel yaitu bukan merupakan suatu perbandingan atau hubungan. Misalnya: Bagaimana tingkat kualitas pelayanan publik Dinas X dalam memberikan ijin mendirikan pembangunan?

2.Rumusan masalah komparatif, yaitu rumusan masalah penelitian yang berupa pertanyaan suatu perbandingan antar variabel pada dua atau lebih kelompok/sampel yang berbeda atau waktu yang berbeda. Misalnya: Adakah perbedaan kinerja karyawan antara karyawan tetap dan karyawan kontrak di perusahaan X?

3. Rumusan masalah asosiatif (hubungan), yaitu rumusan masalah yang berupa pertanyaan ada atau tidaknya hubungan dua variabel atau lebih. Rumusan masalah ini ada 3 yaitu berupa hubungan simetris, kausal, dan timbal balik.

  • Hubungan simetris adalah hubungan dua variabel atau lebih yang muncul bersamaan, misalnya Adakah hubungan antara tingkat kemanisan buah dengan banyaknya semut di pohon?
  • Hubungan kausal yaitu hubungan sebab akibat dimana berupa variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat. Misalnya: Seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan karyawan di perusahaan A?
  • Hubungan timbal balik, yaitu hubungan yang saling mempengaruhi dimana tidak diketahui mana variabel bebas dan mana variabel terikat. Misalnya hubungan antara kecerdasan dan motivasi. Kecerdasan menyebabkan seseorang memiliki motivasi dan motivasi juga menyebabkan seseorang untuk meraih kecerdasan.

Sehingga hipotesis dapat dijelaskan berikut ini:

1. Hipotesis deskriptif, merupakan kesimpulan/jawaban sementara dari suatu rumusan permasalahan deskriptif yang berkaitan dengan variabel mandiri. Menurut Santoso (2016: 77), hipotesis deskriptif juga merupakan pengujian pada variabel mandiri atau satu variabel penelitian saja sehingga tidak membuat perbandingan, menyatakan hubungan atau pengaruh, tetapi berlaku untuk membedakan antara dua kelompok atau lebih dalam satu sampel dan satu variabel.
Dalam analisis hipotesis deskriptif kebanyakan yang dianalisis didasarkan pada nilai rata-rata atau varians dari data yang didasarkan pada sampel maupun pada populasi. Dalam rumusan hipotesis simbol myu (µ) merupakan suatu nilai yang dihipotesiskan. Pernyataan suatu hipotesis disajikan dalam simbol, dalam rumusan statistik deskriptif misalnya:
Ho:µ ≤ … (lebih kecil atau sama dengan)
Ha:µ > … (lebih besar)
Ho:µ =  … (sama dengan)
Ha:µ ≠ … (tidak sama dengan)
Contoh pengujian hipotesis deskriptif:
a. Kurang dari 60 % jumlah mahasiswa memiliki nilai mata kuliah statistik di atas skor 50, maka rumusan hipotesisnya:
Ho:µ ≤ 0,60
Ha:µ > 0,60
b. Rata-rata uang kiriman mahasiswa tiap bulan adalah Rp 400.000,-
Ho:µ = Rp 400.000,-
Ha:µ ≠ Rp 400.000,-
Hipotesis deskriptif menggunakan statistik deskriptif.

2. Hipotesis komparatif, merupakan kesimpulan/jawaban sementara dari suatu rumusan permasalahan komparatif. Dalam hipotesis ini merupakan perbedaan dari dua kelompok/populasi/sampel atau perbedaan waktu tetapi variabelnya sama. Santoso (2016: 77) mengemukakan bahwa menguji hipotesis komparatif pada dasarnya adalah menguji hipotesis yang berkaitan dengan perbandingan antar variabel yang terdiri dari dua sampel atau lebih dari dua sampel, dimana masing-masing dalam bentuk korelasi maupun independen. Disimpulkan bahwa hipotesis komparatif memiliki berbagai bentuk yaitu dua sampel yang berkorelasi, dua sampel independen, lebih dari dua sampel berkorelasi, dan lebih dari dua sampel independen. Hasil pengujian sampel berarti menguji kemampuan sampel dalam menggeneralisasi pada populasi. Jadi hasil dari uji sampel akan berlaku pada populasi penelitian.
Akan tetapi dapat juga terjadi pengujian pada populasi dan sampel yang berbeda atau pada sampel dan populasi yang sama tetapi pada waktu yang berbeda. Penerimaan Ho berlaku jika perbandingan dua sampel atau lebih tersebut dapat digeneralisasikan untuk seluruh populasi dan sampel-sampel yang diambil dengan taraf kesalahan yang ditentukan peneliti.
Pengujian hipotesis komparatif dapat dilakukan dengan berbagai macam analisis, tergantung macam datanya. Jika data berbentuk interval rasio maka dapat dihitung dengan T-Test dan One Way Anova, jika data berbentuk nominal maka menggunakan Mc Nemar dan Chi Kuadrat, sedangkan jika data berbentuk ordinal dapat menggunakan Sign Test Wilconxon matched pairs, median test Mann-whitney test Kolmogorov smirnov Wald-Wolfowitz test, Friedman Test, Two Way Anova, Median extension, dan Kruskal walls.

3. Hipotesis asosiatif, merupakan kesimpulan/jawaban sementara terhadap rumusan permasalahan asosiatif yaitu suatu hubungan antara variabel bebas dan terikat. Santoso (2016: 77) menjelaskan bahwa asosiatif bermakna hubungan, hubungan yang dimaksud yaitu korelasi antara satu fenomena atau variabel dengan fenomena atau variabel yang lain yang terdapat dalam suatu sampel yang diambil dari populasi. Studi tentang asosiatif terhadap variabel penelitian termasuk dalam statistik induktif atau disebut statistik inferensial.

Dalam perumusan hipotesis terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga memiliki karakteristik yang baik, yaitu:

  1. Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel baik variabel mandiri, perbandingan keadaan variabel pada berbagai kelompok/sampel, maupun hubungan variabel bebas dan variabel terikat (umumnya hipotesis deskriptif tidak dirumuskan).
  2. Hipotesis harus disusun dalam kalimat yang jelas sehingga tidak menimbulkan kalimat yang ambigu.
  3. Hipotesis dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
Open chat